
Baru-baru ini, Indonesia dihebohkan dengan kasus Cereulide dalam susu formula bayi, dikarenakan perusahaan Nestle menarik sejumlah produk susu formula bayi yang beredar di 49 negara setelah ditemukan potensi kontaminasi cyclic dodecadepsipeptide cereulide. Kontaminasi Cereulide kemungkinan besar mencemari bahan baku minyak asam arakidonat (ARA) yang digunakan sebagai komponen tambahan dalam susu formula.
Cereulide adalah racun yang dihasilkan oleh bakteri Bacillus cereus. Bakteri ini dikenal sebagai salah satu penyebab keracunan makanan. Sama dengan Bakteri Bacillus cereus, Cerrulide jika tertelan dapat menyebabkan gelaja keracunan yang muncul dengan sangat cepat, seperti mual dan muntah hebat, nyeri perut dan diare. Cerullide ini cukup berbahaya karena berbeda dengan bakteri Bacillus cereus yang mati saat dimasak, racun Cereulide bersifat tahan panas, tahan asam dan stabil, sehingga tidak rusak meskipun dipanaskan berulang kali.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sedang melakukan pengawasan ketat terhadap produk pangan bayi setelah adanya indikasi cemaran toksin Cereulide dalam susu formula. Badan POM telah memastikan bahwa sampel susu formula yang diduga terindikasi cemaran Cereulide tidak menunjukkan adanya toksin. Badan POM juga menegaskan bahwa saat ini di Indonesia belum ada laporan keracunan Cereulide. Namun, sebagai konsumen kita harus bijaksana dalam membeli produk pangan apapun.
Kasus cemaran Cereulide pada susu formula bayi menjadi fokus bagi industri pangan untuk menjamin kualitas dan keamanan produk. Melihat dampak kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh cemaran Cereulide tidak dapat diabaikan. Sehingga dibutuhkan pencegahan dengan melakukan survey dan pengujian terhadap bahan baku dan produk jadi. Dengan mengacu pada ISO 18465 : 2017 yang berjudul ”Microbiology of the food chain – Quantitative determination of emetic toxin (Cereulide) using LC-MS/MS” sehingga dapat dilakukan analisis kuantitatif toksin emetik cereulide dalam produk pangan.
Shimadzu telah berhasil merilis Application Note untuk analisis kuantitatif yang cepat dan akurat menggunakan LCMS-8060RX dengan judul “Analysis of Cereulide in Food Using Triple Quadropole Mass Spectrometer”.
Dalam Application Note tersebut, Shimadzu mengembangkan metode dalam menganalisis Cereulide dalam sampel pangan menggunakan spektrometer massa triple quadropole (TQ) LCMS-8060RX. Metode yang Shimadzu kembangkan menggunakan LC-MS/MS berbasis UHPLC yang mampu mempersingkat waktu analisis menjadi hanya 15 menit, jauh lebih cepat dibandingkan metode konvensional menggunakan sel HEp-2 dan PCR yang pada prinsipnya yaitu mengukur aktivitas degenerasi vakuolasi namun belum pasti berasal dari Cereulide itu sendiri yang membutuhkan waktu analisa berhari-hari.

Metode analisis ini menggunakan kolom Shim-pack Scepter™ C18-C20 dan kurva kalibrasi dengan rentang 0.005 – 50 ppb didapatkan nilai regresi r2>0.999. Shimadzu memaparkan bahwa dengan metode ini, Cereulide dalam sampel makanan dapat dianalisis hingga kadar 10 ng/g atau 10 ppb. Nilai limit deteksi tersebut lebih rendah daripada minimum kadar Cereulide yang bisa menyebabkan kasus keracunan makanan. Dari penjelasan diatas dapat dipastikan bahwa LCMSMS mampu mendeteksi Cereulide dengan cepat, akurat dan efektif pada susu formula4.

LCMS-8060RX, Sumber : Shimadzu
LCMS-8060RX memberikan solusi untuk analisis yang akurat dan sensitif untuk cemaran Cereulide pada kadar yang sangat rendah menggunakan sistem deteksi Triple Quadropole yang sangat handal. Seri RX juga menghadirkan teknologi CoreSpray yang dapat meningkatkan kemampuan nebulisasi dan transfer panas, menghasilkan proses ionisasi yang lebih stabil dan robust hingga 20000 injeksi secara kontinyu. Dengan LCMS-8060RX, proses analisis dapat memberikan hasil yang tepat dan akurat dalam sistem yang efisien dan kelas tertinggi milik Shimadzu.
Referensi:
(1) Nestle Recalled Infant Formula. https://cen.acs.org/safety/consumer-safety/toxin-Nestls-recalled-infant-formula/104/web/2026/01 (accessed 2026-01-22).
(2) Mengenal Cereulide. https://life.indozone.id/health/2486585432/mengenal-cereulide-toksin-berbahaya-dari-bakteri-bacillus-cereus (accessed 2026-01-22).
(3) Apa Itu Cereulide? https://news.detik.com/berita/d-8307876/apa-itu-cereulide-toksin-di-balik-penarikan-produk-sufor-nestle-di-49-negara (accessed 2026-01-23).
(4) Yoshioka, S.; Maeshima, N. Analysis of Cereulide in Food Using Triple Quadrupole Mass Spectrometer.